1. Tentang Balai

Keadaan Umum, SejarahKedudukan, Tugas, Fungsi, Visi, Misi, Moto, Tujuan, Sasaran, Kebijakan Strategis, Kebijakan Operasional, Program

  • Keadaan Umum

BBPBAT Sukabumi terletak di Kota Sukabumi, Jawa Barat. Tepatnya sekitar 3 km kearah obyek parawisata Selabintana atau 120 km dari Jakarta menuju arah tenggara. Suhu udara berkisar 20-27 derajat celcius dengan ketinggian + 700 meter diatas permukaan laut.

Luas Areal 25,6 Ha yang terdiri dari 12 Ha areal perkolaman 2 Ha areal pesawahan dan sisanya dipergunakan untuk perkantoran, perumahan karyawan serta sarana penunjang lainnya.

Sumber air untuk perkolaman berasal dari sungai Panjalu dan Cisarua keduanya berasal dari kaki Gunung Gede. [atas]

  • Sejarah

BBPBAT Sukabumi dimulai pada saat pemerintahan Belanda yaitu sekitar tahun 1918 dan mulai beroperasi pada tahun 1920 bernama Sekolah Perkebunan atau lebih dikenal dengan nama Cultuur School dan berganti nama menjadi Landbouw School sampai dengan tahun 1943, dengan masuknya jepang ke Indonesia maka dimulai pada tahun 1943 s/d 1945 namanya berganti menjadi Noo gakko, Setelah Indonesia merdeka pada tahun 1945 maka namanyapun berubah menjadi Sekolah Pertanian Menengah sampai dengan tahun 1954 terus berubah lagi pada tahun 1954 s/d 1968 menjadi Pusat Latihan Perikanan, pada tahun 1968 s/d 1976 menjadi Training Centre Perikanan, pada tahun 1976 s/d 1978 menjadi Pangkalan Pengembangan Pola Keterampilan Budidaya Air Tawar dan baru tahun 1978 berubah menjadi Balai Budidaya Air Tawar Sukabumi. Sesuai dengan SK Menteri Kelautan dan Perikanan No. PER.06/MEN/2006 tanggal 12 Januari 2006 namanya berubah menjadi Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi.  [atas]

  • Kedudukan

Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi adalah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Departemen Kelautan dan Perikanan dibidang budidaya airtawar yang berada dan bertanggung jawab kepad Direktur Jenderal Perikanan Budidaya  [atas]

  • Tugas

Melaksanakan pengembangan dan penerapan teknik perbenihan, pembudidayaan, pengelolaan kesehatan ikan dan  pelestarian perlindungan budidaya air tawar [atas]

  • Fungsi
  1. Identifikasi dan perumusan program pengembangan teknik budidaya air tawar;
  2. Pengujian standar perbenihan dan pembudidayaan ikan air tawar;
  3. Pengujian alat, mesin dan teknik perbenihan serta pembudidayaan ikan air tawar;
  4. Melaksanaan bimbingan penerapan standar perbenihan dan pembudidayaan ikan air tawar;
  5. Melaksanaan sertifikasi mutu dan sertifikasi personil perbenihan dan pembudidayaan ikan air tawar;
  6. Melaksanaan produksi dan pengelolaan induk penjenis dan induk dasar ikan air tawar;
  7. Pengawasan perbenihan, pembudidayaan ikan serta pengendalian hama dan penyakit ikan air tawar;
  8. Pengembangan teknik dan pengujian standar pengendalian lingkungan dan sumberdaya induk dan benih ikan air tawar;
  9. Pengelolaan sistem jaringan laboratorium penguji dan pengawasan perbenihan dan pembudidayaan ikan air tawar;
  10. Pengembangan dan pengelolaan sistem informasi dan publikasi pembudidayaan ikan air tawar;
  11. Pengelolaan keanekaragaman hayati;
  12. Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga.
  13. [atas]

  • Visi

 Mewujudkan Balai Besar Sebagai Institusi Pelayanan Prima dalam Pembangunan dan Pengembangan Sistem Usaha Budidaya Air Tawar yang Berdaya Saing, Berkelanjutan dan Berkeadilan. [atas]

  • Misi
  1. Meningkatkan kapasitas kelembagaan
  2. Mengembangkan rekayasa teknologi budidaya berbasis akuabisnis dan melaksanakan alih teknologi kepada dunia usaha
  3. Mengembangkan sistem informasi iptek perikanan
  4. Meningkatkan jasa pelayanan dan sertifikasi
  5. Memfasilitasi upaya pelestarian sumberdaya ikan dan lingkungan
  6. [atas]

  • Motto

Untuk meningkatkan kinerja Balai dan mendukung visi dan misi Balai ditetapkan Motto Balai yaitu : ” Disiplin, Profesional, Jujur “ [atas]

  • Tujuan
  1. Meningkatkan profesionalisme sumberdaya manusia Balai Besar;
  2. Meningkatkan efektifitas dan produktifitas kinerja Balai Besar;
  3. Menyediakan teknologi adaptif;
  4. Menyediakan benih dan induk bermutu;
  5. Mempercepat penyebarluasan iptek perikanan;
  6. Memperkuat peran balai besar sebagai pusat iptek budidaya;
  7. Meningkatkan keterampilan pembudidaya ikan dan pendamping teknologi;
  8. Meningkatkan kualitas produk perikanan budidaya;
  9. Meningkatkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP);
  10. Melestarikan sumberdaya perikanan budidaya;
  11. Memelihara lingkungan budidaya perikanan.
  12. [atas]

  • Sasaran
  1. Tersedianya tenaga teknik, administrasi yang profesional;.
  2. Tersedianya sarana dan prasarana kerja yang memadai;.
  3. Tersedianya paket teknologi budidaya;.
  4. Tersedianya induk, benih ikan yang unggul;.
  5. Tersedianya informasi iptek perikanan;.
  6. Tersedianya koleksi referensi yang lengkap dan terkini;.
  7. Terwujudnya pembudidaya ikan dan tenaga pendamping yang profesional;.
  8. Tersedianya produk perikanan budidaya yang bersertifikat;.
  9. Tersedianya jenis ikan lokal dari alam menjadi jenis ikan kultur/dibudidayakan;.
  10. Tercapainya usaha budidaya yang ramah lingkungan;.
  11. Tercapainya target penerimaan negara bukan pajak..
  12. [atas]

  • Kebijakan Strategis

Optimalisasi lahan dan sarana Balai Besar dengan menggerakkan sumberdaya manusia secara profesional untuk menghasilkan teknologi budidaya dan induk serta benih unggul dalam rangka mendukung pengembangan kawasan budidaya air tawar, serta memberikan pelayanan prima. [atas]

  • Kebijakan Operasional
  1. Peningkatan kualitas sumberdaya manusia Balai Besar;
  2. Pembangunan sarana dan prasarana serta fasilitas balai;
  3. Penyediaan benih dan induk yang bermutu;
  4. Peningkatan rekayasa teknologi budidaya;
  5. Optimalisasi pemanfaatan jasa dan asset Balai Besar;
  6. Pelestarian dan pemanfaatan sumberdaya perairan;
  7. Penerapan sertifikasi sistem mutu dan pengawasan budidaya;
  8. Pengembangan sistem informasi perikanan budidaya;
  9. Pemberdayaan masyarakat pembudidaya ikan;
  10. Penerapan teknologi budidaya ramah lingkungan;
  11. Perikanan berbasis budidaya.
  12. [atas]

  • Program
    Program adalah kumpulan kegiatan nyata, sistematis dan terpadu yang dilaksanakan oleh satu atau beberapa instansi pemerintah atau dalam rangka kerjasama dengan masyarakat atau yang merupakan partisipasi aktif masyarakat, guna mencapai sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan. Program yang telah ditetapkan oleh Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar adalah sebagai berikut:
  1. Pengembangan aparatur pemerintah
  2. Pengadaan sarana dan prasarana;
  3. Rekayasa teknologi budidaya air tawar;
  4. Penyediaan benih dan induk ikan yang bermutu;
  5. Pengembangan sistem informasi perikanan budidaya;
  6. Penguatan kelembagaan kelompok masyarakat pembudidaya ikan;
  7. Pengembangan sertifikasi budidaya;
  8. Kerjasama dalam negeri dan luar negeri;
  9. Penebaran kembali/restocking;
  10. Penerapan teknologi budidaya ramah lingkungan;
  11. Peningkatan penerimaan negara bukan pajak (PNBP).
  12. [atas]

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: